Pengadaan Barang/Jasa

Tender Cepat dan Langkah-Langkah Tender Cepat Gagal

Dalam sebuah percakapan di WhatsApp, seorang pengelola pengadaan bertanya kepada saya apakah mereka dapat melakukan tender cepat untuk pengadaan perlengkapan yang akan dibagikan dalam waktu dekat.

Menurut saya tender cepat pada dasarnya dapat dilakukan sepanjang memenuhi syarat/kriteria sebagai berikut:

  1. Spesifikasi teknis/KAK dan volume pekerjaan telah ditentukan secara rinci sehingga persyaratan teknis tidak dikompetisikan.
  2. Dimungkinkan penyebutan merek dalam spesifikasi teknis/KAK.
  3. Peserta telah terkualifikasi dalam SIKAP. (LKPP, bahan ajar e-tender cepat versi 4.3)

Setelah beberapa minggu, saya kemudian dihubungi lagi bahwa tender cepat yang mereka lakukan gagal, apakah mereka dapat melakukan tender ulang? Si pengelola pengadaan merasa bahwa ia telah mencoba mencari aturan terkait tender cepat gagal tetapi tidak menemukannya.

Dari hasil pencarian aturan, saya dapatkan bahwa ketentuan tender cepat gagal tertuang dalam Keputusan Deputi Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP Nomor 3 Tahun 2018 tentang SDP melalui tender, seleksi dan tender cepat untuk pengadaan barang/jasa lainnya/jasa Konsultansi.

Pada Bagian IKP Angka 26.4 dijelaskan bahwa tindak lanjut dan hasil reviu penyebab tender cepat gagal berupa:

  1. Tender cepat ulang;
  2. Tender cepat ulang oleh Pokja Pemilihan Pengganti; atau
  3. Tender cepat dibatalkan

Bagaimana jika Tender Cepat Sudah 2 Kali Gagal?

Pertanyaan di atas ditanyakan kembali kepada saya.

“Kenapa bisa dua kali gagal”, saya pun bertanya untuk menggali informasi.

“Gagal karena tidak ada penyedia yang masukan penawaran”, jawab si pengelola pengadaan.

Setelah melakukan penelusuran saya dapati bahwa pada IKP yang tertuang dalam Keputusan Deputi I No. 3/2018 memang tidak secara eksplisit menjelaskan terkait langkah-langkah tender cepat gagal dua kali.

Namun, jika kita merujuk pada Perlem LKPP No. 9/2018 terkait tindak lanjut tender/seleksi gagal (yang menurut saya dapat berlaku pula pada tender cepat yang gagal), maka Pokja dapat menggunakannya sebagai justifikasi aturan untuk melakukan Penunjukan Langsung.

Dalam Perlem 9/2018 Angka 4.2.15 huruf c disebutkan:

“Dalam hal Tender/Seleksi ulang gagal, Pokja Pemilihan dengan
persetujuan PA/KPA melakukan Penunjukan Langsung dengan
kriteria:
1) kebutuhan tidak dapat ditunda; dan
2) tidak cukup waktu untuk melaksanakan Tender/Seleksi.”

Demikian percakapan singkat antara saya dan pengelola pengadaan, semoga dapat membantu para pengelola pengadaan lainnya yang menemui kasus serupa.

Update:

Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang teman trainer SPSE, kejadian gagalnya tender cepat yang disebabkan tidak adanya penawar sesuai dgn KBLI karena belum terverifikasinya peserta/penyedia pada SIKAP.

Hal ini tidak akan terjadi jika Pejabat Pengadaan atau Pokja Pemilihan pada melakukan pengadaan langsung maupun tender biasa tidak lupa melakukan verifikasi penyedia (dengan cara mencentang) di aplikasi pada waktu pembuktian kualifikasi sehingga penyedia dengan sendirinya terverifikasi dan dapat diundang untuk mengikuti tender cepat.

Jika Pejabat Pengadaan/Pokja Pemilihan lupa melakukan verifikasi maka ada kemungkinan tender cepat gagal karena penyedia yang terverifikasi kurang dari dua atau tidak ada sama sekali.

4 thoughts on “Tender Cepat dan Langkah-Langkah Tender Cepat Gagal”

    1. Tender cepat gagal karena tidak ada penawaran yang masuk atau hanya satu penawar saja yang memasukan penawaran harga. Kalau waktu masih memungkinkan bisa dilakukan tender cepat ulang, jika tidak memungkinkan lagi bisa dilakukan penunjukan langsung sepanjang disetujui oleh PA/KPA. Misalnya: tender situng (sistem perhitungan) pemilu yang walaupun sudah dilakukan dua kali tender cepat gagal, sedangkan pemilu tidak dapat ditunda lagi, maka akhirnya PA/KPA memutuskan untuk melakukan penunjukan langsung, yang pemilihannya dilakukan oleh Pokja.

      Like

  1. Kalau tender cepat hanya 1 penawaran saja yg masuk hingga lelang ulang tetap 1 saja yg masuj, apakah perusahaan tsb bisa di tunjuk langsung atau ppk bisa menunjuk penyedia lain yg tdk memasukkan penawaran?

    Like

    1. Kalau sudah dua kali tender cepat dan gagal terus karena hanya satu penyedia yang memasukan penawaran maka dapat dilakukan penunjukan langsung oleh Pokja “jika dan hanya jika” tidak cukup waktu lagi untuk dilakukan tender/tender cepat ulang.

      Pada saat PL jangan lupa utk dilakukan negosiasi biaya dan teknis.. Harga penawaran penyedia bisa dijadikan rujukan pada saat negosiasi nanti..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s