Pengadaan Barang/Jasa dan Kontrak

Item Harga Penawaran yang Melebihi Harga Satuan pada DIPA/DPA dan Harga Satuan Timpang tidak Dibayar?

Seorang PPK pada salah satu Dinas dan Penyedia datang berkonsultasi dengan kami di UKPBJ terkait kontrak salah satu pengadaan alat-alat tertentu yang oleh petugas pada Badan Pengelola Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) disarankan untuk diubah nilai kontraknya sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) jika ingin dibayarkan penuh.

PPK merasa keberatan karena menurutnya proses tender telah menghasilkan penyedia dengan total harga penawaran di bawah HPS, meskipun pada item tertentu harga penawaran penyedia melebihi rincian harga satuan dalam DPA. Karena kewajiban Penyedia dalam kontrak telah dilaksanakan, maka tidak ada alasan ditahan (kalau bukan tidak) dibayar. Namun, petugas pembayaran beralasan bahwa jika dibayar maka dapat menjadi temuan audit. 

Selain itu, PPK merasa perlakuan yang berbeda justru diterimanya ketika mengendalikan kontrak pekerjaan konstruksi, yang meskipun harga satuannya timpang (di atas 110% dari HPS), tetapi dibayar penuh oleh orang keuangan, tetapi hal yang berbeda justru didapatinya pada kontrak pengadaan barang (alat-alat) yang ditanganinya.

Dari kasus tersebut, saya menyarankan kedua belah pihak untuk melakukan addendum kontrak dan merubah harga kontrak untuk disesuaikan dengan harga pada DPA. Saya juga berkonsultasi dengan Pak Mudji Santosa, Kepala Sub Direktorat Penanganan Permasalahan Hukum Kontrak dan mendapatkan jawaban yang sama bahwa hanya perlu dilakukan addendum kontrak dengan mengubah harga item dalam kontrak sesuai dengan harga item di rekening DPA sepanjang nilai kontraknya tetap. Bahkan contoh kasus tersebut  ternyata merupakan salah satu soal ujian bagi kami yang mengikuti pelatihan ahli kontrak.

Solusi lain yang dapat diambil jika waktu memungkinkan adalah dengan melakukan revisi DIPA/DPA. Untuk revisi anggaran dimana pagu tetap dan hanya terjadi pergeseran rincian anggaran dalam kegiatan yang sama, maka proses revisi dapat dengan cepat dilakukan, baik yang dilakukan dan sepersetujuan PPKD untuk DPA Perangkat Daereh, maupun sepersetujuan Kanwil DJPB atau DJA untuk revisi DIPA atau POK (Petunjuk Operasional Kegiatan) bagi Satker Pengelola dana APBN. Untuk lebih jelas terkait revisi anggaran, khusus APBN dapat dibaca pada PMK No. 11/2018 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggran 2018.

Namun, permasalahan di atas menurut saya tidak akan terjadi jika rincian harga satuan diumumkan oleh Pokja.  Rincian harga satuan bersifat rahasia, tetapi dikecualikan terhadap rincian harga satuan yang telah tercantum dalam Dokumen Anggaran Belanja sebagaimana diatur dalam Lampiran Peraturan LKPP No. 9 Tahun 2018 sehingga Peserta tender ketika menawar tidak akan menawar melebihi rincian harga yang ada dalam DIPA/DPA.

Sedangkan untuk harga timpang saja (di atas 110%) hanya dilakukan klarifikasi kepada peserta tender dan apabila harga timpang tersebut dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan harga pasar maka harga satuan tersebut dinyatakan tidak timpang.

Meskipun demikian, harga timpang (apabila ada) tidak dapat menggugurkan penawaran peserta tender dan tetap dibayar full jika penyedia telah memenuhi kewajibannya pada waktu berkontrak. Perlu diingat bahwa apabila terjadi penambahan volume pada saat berkontrak, maka pembayaran terhadap tambahan volume (atas harga timpang) tersebut berdasarkan harga satuan yang tercantum dalam HPS, bukan dengan negosiasi sesuai harga pasar seperti pada aturan lama.

Semoga kedepan para pelaku pengadaan dapat belajar dari contoh kasus serupa dan dapat bertindak dengan tepat dan bijak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s