Pengadaan Barang/Jasa dan Kontrak

Pengadaan Listrik: Ditender atau Penunjukan/Pengadaan Langsung?

Salah satu Biro yang bertanggung jawab melaksanakan pengadaan listrik pada sejumlah perangkat daerah baru-baru ini mengirimkan surat kepada Unit Kerja kami, meminta petunjuk teknis terkait pengadaan listrik berupa pemasangan meteran baru pada 8 perangkat daerah. Atasan saya, Pak Bobby, kemudian meminta tanggapan saya terkait Surat tersebut. Berikut (kurang lebih) percakapan kami di bawah ini:

Pak Bobby: “Pak Yanes, coba dilihat Surat terkait pemasangan meter listrik, mereka meminta justek (justifikasi teknis) kita apakah dilakukan secara tender atau PL?”.

Saya: “Setahu saya pemasangan listrik masuk kedalam jenis pengadaan yang dikecualikan Pak Bobby, bisa dilihat di salah satu Perlem LKPP”.

Saya dan Pak Bobby pun kemudian membuka Perlem LKPP untuk memastikan justifikasi aturannya.

Saya: “Coba pak Bobby lihat di Perlem LKPP No. 12/2018. Pada bagian penjelasan angka 3.1 menyebutkan bahwa pengadaan listrik, telepon, air bersih, bahan bakar gas dan bahan bakar minyak termasuk kedalam kategori pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan berdasarkan tarif barang/jasa yang dipublikasikan secara luas kepada masyarakat. Karena itu, tidak masuk kategori tender maupun PL, tetapi Pengadaan yg dikecualikan berdasarkan tarif”.

Pak Bobby: “Oh ya. Saya lihat di pasal 6 ayat 3 Perlem 12/2018, tahapan persiapan dan pelaksanaan pemilihan tidak diperlukan”?

Saya: “Ya betul, merujuk pada pasal 6 ayat 3, maka persiapan dan pelaksanaan Pemilihan tidak diperlukan sedangkan pasal 4 menyebutkan bahwa pelaksanaan kontrak dan pembayarannya dilakukan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Penyedia, dalam hal ini PLN”.

Pak Bobby: “Baik, tetapi apa ada rujukannya dalam Perpres sebagai aturan tertinggi?”.

Saya: “Coba kita lihat di pasal 61 ayat 1 huruf b Perpres 16/2018, di situ disebutkan secara umum terkait pengecualian untuk pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan sesuai tarif yang dipublikasikan secara luas. Sedangkan detailnya ada dalam Perlem”.

Pak Bobby: “Makasih pak, itu kita jadikan dasar tertinggi sedangkan perlem sebagai aturan turunannya”

Saya: “Sama-sama pak Bobby”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s