Kontrak PBJ

Klausul Kontrak yang Ambigu karena Ketidaktelitian para Pihak

Beberapa hari lalu saya didatangi seorang rekan konsultan pengawas dan seorang pejabat pelaksana teknis kegiatan pada salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang ingin berkonsultasi terkait salah satu masalah kontrak yang mereka hadapi.

Masalah tersebut adalah belum dibayarnya Konsultan Pengawas di tahun sebelumnya akibat diputusnya kontrak salah satu pekerjaan konstruksi di tahun sebelumnya (tahun 2017) yang progres kemajuan konstruksinya hanya mencapai 10,28 persen.

Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki otoritas pembayaran hanya mau membayar Konsultan Pengawas sebanyak 10,28 persen sesuai progress fisik kemajuan pekerjaan, sedangkan Konsultan Pengawas sendiri keberatan dengan besaran nilai tersebut karena merasa telah menjalankan tugas pengawasannya dengan baik sampai dengan diputusnya kontrak pekerjaan konstruksi, seperti membuat laporan harian, melayangkan teguran, mengusulkan SCM 1, SCM 2 dan SCM 3.

Mereka kemudian meminta pendapat saya terkait masalah tersebut. Sebelum menjawab saya meminta mereka menunjukan dokumen kontrak untuk diteliti, khususnya klausul pembayaran prestasi pada Syarat-syarat khusus kontrak. Ternyata pada klausul tersebut saya temukan jenis kontrak tertulis lumpsum sedangkan pada bagian klausul pembayaran prestasi pekerjaan hanya tertulis dua opsi, termin/sekaligus (tanpa dipilih salah satu opsi).

Dari hasil penelitian kontrak tersebut, saya kemudian berpendapat bahwa kontrak tersebut disusun dengan tidak teliti oleh para pihak karena dua alasan berikut. Pertama, jika dilihat dari nature atau karakteristik pekerjaan, maka kontrak pengawasan/supervisi sebagaimana diatur pada Perpres 54/2010 dan perubahannya lebih tepat menggunakan kontrak harga satuan (unit price), bukan kontrak lumpsum yang output based yang pada umumnya lebih cocok untuk pekerjaan jasa konsultan perencanaan.

Kedua, klausul pembayaran tersebut di atas ambigu karena tidak memilih salah satu opsi, apakah termin saja atau sekaligus saja. Dengan demikian menyisakan ketidakpastian hukum. Meskipun pada klausul kontrak tersebut hanya terdapat dua opsi itu saja, namun saya sendiri berpendapat bahwa opsi pembayaran yang paling tepat adalah bulanan karena nature dari pekerjaan pengawasan ini adalah time based yang dituntut kehadiran rutin pengawas dalam menjalankan tugasnya.

Saya sendiri melihat adanya kemungkinan kontrak yang tidak teliti tersebut dibuat secara copy paste. Indikasinya jelas bahwa baik jenis kontrak (lumpsum) dan cara pembayaran (termin/sekaligus) lebih tepat untuk jasa konsultan perencanaan.

Meskipun demikian opsi/cara pembayaran di atas tidak sepenuhnya salah karena Permen PU Nomor 45/2007 mengatur bahwa pembayaran pengawasan dapat dilakukan secara bulanan atau tahapan tertentu yang didasarkan pada pencapaian prestasi/kemajuan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan, atau penyelesaian tugas dan kewajiban pengawasan.

Merujuk pada kasus di atas, karena opsi pembayaran secara bulanan tidak ada dalam dokumen kontrak, maka dua opsi yang disebut terakhir pada Permen PU 45/2007(tahapan tertentu yang didasarkan pada pencapaian prestasi/kemajuan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan, atau penyelesaian tugas dan kewajiban pengawasan) saya maknai sebagai termin/sekaligus sebagaimana diatur dalam Perpres 54/2010 pasal 89 ayat 1.

Sayangnya kedua opsi itupun tidak dipilih salah satunya oleh para pihak pada waktu menyusun dokumen kontrak, atau setidaknya pada waktu kaji ulang rancangan kontrak sudah harus dipilih opsi-opsinya sehingga jelas dan pasti.

Akhirnya saya pun tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan dan memberikan kembali keputusannya kepada para pihak. Karena dalam klausul kontrak tertulis termin/sekaligus, maka pembayarannya dapat dilakukan secara termin, atau bisa juga secara sekaligus, namun saya meminta mereka untuk kembali berkonsultasi dengan BPKAD atau APIP untuk diambil keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s