Pengadaan Barang/Jasa

Perbedaan Spesifikasi Teknis, Kinerja dan Fungsional

Penetapan Spesifikasi Teknis menjadi salah satu tugas pokok dan kewenangan PPK yang diberikan oleh Perpres 54/2010 pasal 11 ayat 1.

Dalam banyak kesempatan melakukan kaji ulang bersama PPK, ada sejumlah PPK yang telah memasukan spesifikasi kinerja dan fungsional, meskipun spesifikasi kinerja dan fungsional tersebut kadang tidak diurai secara terpisah atau diklasifikasikan secara jelas dan tegas (seperti dalam bentuk matriks, misalnya) dalam dokumen Pengadaan, tetapi setidaknya Spesfikasi yang disampaikan telah memasukan unsur teknis, fungsional dan kinerja.

Namun, ada juga sejumlah PPK yang hanya berfokus pada spesifikasi teknis saja, atau lebih parah lagi hanya memasukan spesifikasi yang sangat umum yang jika tidak dikaji ulang dengan baik akan menghasilkan barang/jasa yang tidak berkualitas/ tidak memiliki kinerja terukur atau sebaliknya terlalu rigid sehingga mengarah pada satu produk/merk tertentu yang dilarang dalam Perpres 54/2010 dan aturan turunannya (Perka 14/2014 tentang Juknis Perpres 70/2012).

Sebelum lebih jauh menjelaskan perbedaan ketiganya, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan spesifikasi.

Spesifikasi adalah persyaratan tertulis yang mendefinisikan kebutuhan pengadaan (Hal 144, Modul 3 MCA-I). Spesifikasi perlu memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • harus dibuat berdasarkan karakteristik yang relevan dan/atau persyaratan kinerja;
  • Hindari penggunaan nama merek, nomor katalog, atau hal serupa;
  • Spesifikasi teknis harus jelas dan tidak hanya mencakup persyaratan fungsional dan spesifikasi teknis, tetapi juga mencakup persyaratan yang berdampak pada proyek;
  • Spesifikasi atau perincian fisik atau fungsional barang berwujud harus mencakup semua ketentuan dan kriteria yang relevan;
  • Harus bersifat generik agar dapat membuka kompetisi yang seluas mungkin

Sedangkan perbedaan antara spesifikasi teknis, kinerja dan fungsional adalah sebagai berikut:

perbedaan spesifikasi

Untuk lebih memudahkan kita memahami perbedaan spesifikasi teknis, fungsi dan kinerja, saya coba memberikan salah satu contoh spesifikasi pada mesin fotocopy.

Untuk menyusun spesifikasi teknis maka deskripsi spesifikasinya lebih berfokus pada aspek teknis seperti: dimensi fisik (panjang, lebar, tinggi), materialnya mesinnya, jenis  dan ukuran kertas fotocopy, dan lain sebagainya.

Untuk memasukan spesifikasi fungsi maka deskripsi spesifikasi lebih berfokus pada fungsi mesin fotocopy seperti: dapat melakukan tugas multi-fungsi seperti copying (menggandakan) printing (mencetak),  scanning (memindai) dan mailing (mengirim surat email), dan lain-lain.

Sedangkan untuk memasukan spesifikasi kinerja maka deskripsi spesifikasi lebih berfokus pada kinerja yang terukur seperti: kecepatan fotocopy yaitu mampu melakukan penggandaan minimal 20 kertas per menit, atau mampu menggandakan kertas minimal 50.000 halaman per bulannya, dan lain sebagainya. 

Untuk dua jenis spesifikasi yang terakhir, dibutuhkan uji fungsi atau uji mutu untuk mengukur sejauh mana fungsi dan kinerja/kualitas barang tersebut oleh Lembaga Pemerintah/Swasta yang berwenang. Dengan menetapkan spesifikasi kinerja dan fungsi, Vendor nakal yang menawarkan barang-barang KW (beberapa Penyedia bahkan katanya memiliki daftar barang KW 1 – KW 10), tapi menawar dengan harga pada Kualitas Prima/Original akan mundur dengan sendirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s